Tuesday, November 9, 2010

Nocturno

Para manusia nocturnal

Pola terbalik ini tentu bersemangatkan sebuah peluang, dan pemenuhan kebutuhan.

Kata asing yang waktu masih SD sering kukutip. Awalnya aku membacanya di badan bus saat diajak bapak lewat jalanan kota. Akhirnya, kata ''nocturno'' ini, dari badan bus mampir di lembar-lembar buku catatan. Maklum, istilah asing terasa lebih keren. Walau tak tahu arti dari kata asing itu.

Kali ini, ''nocturno'' kembali mampir dalam catatanku di halaman ini. Dan masih tetap keren. Sekarang aku tahu apa arti kata ini. Guru biologi menyebut beberapa hewan yang aktif di malam hari sebagai hewan nokturnal.

Manusia makhluk yang rumit. Kompleks maksudnya. Mampu memilih -atau bisa saja terpaksa- aktif di malam hari. Padahal pada umumnya manusia aktif di siang hari.

Pola terbalik ini tentu bersemangatkan sebuah peluang, dan pemenuhan kebutuhan. Seperti yang dilakukan bapak sopir atau ibu penjaga warung. Mereka sebagai pihak penyedia alat pemuas kebutuhan atas permintaan yang selalu saja hadir. Dan kembali lagi, jika permintaan tinggi, kebutuhan pak sopir dan ibu penjaga warung terpenuhi. Tak peduli harus menjadi manusia nokturno.

Namanya juga manusia...