Wednesday, November 17, 2010

Cewek Terminal Madiun


Pembawaannya lemah lembut. Senantiasa menyapa siapa saja yang lewat. ''Sarapan, Mas. Mampir, Mbak,'' Suaranya ramah.

Mbok Juminem sudah lima tahun jualan di Terminal Purbaya Madiun. ''Ya sejak dibangunnya terminal ini,'' katanya.

Pagi ini aku merasa beruntung. Dipertemukan dengan perempuan bersahaja ini. Senang bisa menyaksikan betapa Mbok Juminem menjadi rujukan para ojek, sopir dan abang becak untuk mengisi perut kosong.

Jam tiga pagi Mbok Juminem sudah sibuk di warungnya. Setiap gorengan yang matang selalu habis disambar pelanggan. Dengan telaten Mbok Juminem melayani setiap pembeli. Sesekali dia berdiri dari kursi nyamannya dekat penggorengan. Menyiapkan kopi atau teh yang dipesan.

''Kopi siji, tempe papat,'' kata seorang pembeli dengan suara keras. Mbok Juminem pun menghampiri dan mengambil selembar lima ribuan yang diulurkan. Maklum, perempuan 75 tahun ini sudah sudo rungu.