Thursday, December 2, 2010

Rambu Anarkhi


Suatu pagi aku menemui ada yang baru di depan gang. Lorong sempit yang sudah hampir lima tahun kulewati tiap waktu. Kedung Pengkol VI Surabaya. Di mana itu? Hanya Tuhan dan Mozad yang tahu. Ada sebuah tanda. Huruf P dipalang merah. Anak TK juga tahu artinya. Nggak spesial banget ya?

Tapi... (Tapi kenapa?)

Lain kali akan kupasang tanda, PP dipalang merah, di sebelah rambu lama. Lho kok? Artinya bukan ''Pamong Praja dilarang'' lho ini, tapi ''Dilarang Paku Pohon''

Enak benar bikin rambu tinggal tancepin di pohon. Bukan sok cinta pohon (Trus apa?). Kalo pohonnya mati, rugi sendiri, kan. Padahal tiga tahun lalu tuh pohon kita juga yang tanam.

Emang sih, mungkin tujuannya baik. Supaya orang-orang enggak parkir sembarangan di gang sempit ini. Tapi kalo caranya salah...

Dasar rambu anarkhi!!!