Monday, December 6, 2010

Hidup Jagung Bakar!


Hayo.., siapa yang setuju kalo udara dingin dan jagung bakar emang klop...? Aku itungin neh... Satu, dua, tiga, sepuluh, seratus, seribu, sejuta... Oke, semua setuju yak.. enggak ada yang protes yak...(Pak Tarno mode on)

Dan aku rasa Agung dan Sunarti, serta dua anaknya, juga temannya dan para tetangga, orangtua, mertua, pak tani, bu tani, anak tani, juga mengamini polling yang barusan.

Ya, di mana-mana tempat yang berudara dingin, jagung bakar adalah primadona. Maka tak heran jika Agung menekuni profesi sebagai penjual jagung bakar selama dua dekade. ''Sejak masih muda,'' ujar pria 42 tahun ini. Dia memang orang setempat. Sayangnya, sejak dulu ya begini. Nyaris tanpa inovasi.

Kali ini Jejak Pantofel (mulai sekarang kita sepakat memanggil blog kita tercinta: Jefel), mampir di Pacet Mojokerto. Sebuah kawasan wisata air panas di lereng Gunung Arjuno. Yang menawarkan keindahan alam, kolam air panas, air terjun, bumi perkemahan, dan berbagai out bond lainnya. Pacet memang karunia bagi warganya.

Di mana potensi ada, di situ peluang usaha dibuka. Orang-orang seperti Agung banyak yang menggantungkan hidup dari rejeki yang Allah turunkan lewat menjual jagung bakar di lokasi wisata Pacet ini. Walau hasilnya tak seberapa, mereka tetap menjalaninya. ''Yang penting cukup buat makan, dan anak-anak bisa sekolah'' kata Agung singkat.

Kini anak sulung Agung duduk di bangku SMP. Sedang adiknya masih SD. Disiapkan Agung untuk menggantikan posisinya sebagai pengusaha jagung bakar. Harapannya, agar lebih maju dan inovatif.

Mari kita buktikan saja di masa datang.

Ps:
Kalo mau tahu yang sekarang, supaya kelak bisa membandingkan, datang saja ke Pacet.
Ntar kalo udah masuk komplek wisata pemandian air panas, terus saja sampe ngelewatin jembatan kecil. Dari situ warung Agung ada di kiri jalan, urutan ke 16 kalo gak salah itung. Kalo gak nemu, tanya aja peta berjalan versi gunung (kali ini bukan abang becak tentunya, bisa gempor narik becak di gunung). Siapa lagi kalo bukan para tetangga Agung. Secara orang gunung getoh, warga sekecamatan juga hafal.

Salam.