Monday, December 6, 2010

Kunker? Yumari...


Cerita berikut mungkin bukan konsumsi publik. Terlebih kalangan kelas bawah yang ditakutkan memancing rasa iri. Apalagi warga junior yang belum cukup umur yang bisa berakibat pendewasaan dini.

Kisah ini sepantasnya terjadi beberapa dekade lalu. Di kala baju safari masih begitu agung. Bak zirah yang tak mempan gaman.

Begini...

Rupanya penyakit kunker alias kunjungan kerja yang ditebar para wakil rakyat di pusat juga menjangkiti para pejabat di Desa Jatidiri. Dipimpin langsung oleh Kades Munan, dan diiring oleh para punggawa desa lainnya. Mari kita panggil nama mereka atu-atu... Carik Jemmy, Modin Salim, Bayan Elian, serta tiga tetangga kades yang merengek minta diajak, Debi, Novi, Ary.

Kunker kali ini berlokasi di Mojokerto. Tepatnya di sebuah padepokan terpencil di kaki pegunungan. Tujuannya, nimba ilmu melengkapi separuh agami. Yaitu, Manunggaling Iza-Adji.

Ilmu ini salah satu ilmu tertinggi. Butuh kesiapan spiritual, mental dan jasmani. Kebetulan dari ketujuh kontingen Desa Jatidiri, baru Kades Munan saja yang sudah menguasai... 

Tak lupa sebelum menuju lokasi utama, ada baiknya meniti jejak Sumpah Palapa terlebih dahulu. Trowulan, sebuah petilasan jaman kejayaan Majapahit masa lalu. Di sinilah Mahapatih Gajah Mada menggetarkan bumi dengan janjinya tujuh abad silam. ''Tak akan menikmati kenyaman hidup sebelum menyatukan Nusantara.''

Janji itu begitu digdaya. Sang Maha Pencipta pun mengabulkanya. Bertahun-tahun Gajah Mada mengarungi samudera. Menjelajah hingga negeri manca. Berbagai penakhlukan pun berhasil dilakukan. Dan tercapailah apa yang dicita-citakan.

Dari sini, rombongan Desa Jatidiri memetik dua nilai luhur. Tekat bulat dan usaha maksimal. Tinggal satu tahap untuk mencapai ilmu yang kami tuju.

Segera Kades Munan membawa anak buahnya ke tujuan utama. Untuk menyempurnakan ilmu yang sesungguhnya.

Janji yang menggetarkan Arsy, itulah Ilmu Manunggaling Iza-Adji. Bahwa pernikahan adalah ibadah pada Illahi. Inilah nilai ketiga. Inilah yang membuat Manunggaling Iza-Adji lebih dahsyat dari Sumpah Palapa Gajah Mada.

Hingga akhir perjalanan kunker, Kades Munan masih gamang. Benarkah tiga perangkat desa dan tiga tetangganya akan segera mampu mengamalkan ilmu yang baru saja diturunkan.

Wallahu'alam..bissawab..

Ps:
Paragraf kedua gak nyambung? Biarin, wekk...