Saturday, January 14, 2012

Nubruk Si Arvi

Si Arvi macam inilah yang kutabrak tadi.
Gerimis membasahi jalanan Surabaya sejak siang tadi. Menjelang sore, rintik hujan belum juga reda. Entah mengapa aku memilih tidak memakai jas hujan walau tetes air dari langit itu masih cukup rapat. "Ah, tidak jauh lagi...," pikirku. Sempat berhenti dua kali, menimbang lagi pakai jas hujan atau tidak ya. Ah, tidak jauh lagi... Ternyata yang tak jauh lagi inilah yang akhirnya membuatku harus berpikir lebih jauh lagi. Di pertigaan itu kutubruk Si Arvi.

Kemarin kami membincangkan Si Arvi. Ia sosok yang ramah lingkungan. Penghargaan Ramah Lingkungan dari Kementrian Lingkungan Hidup disabetnya pada evaluasi penataan baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru yang dilakukan KLH pada Mei-Agustus 2011.

Entah apa karena aku sudah nggak sabar untuk memilikinya, aku jadi menubruknya siang tadi. Walhasil, tangan dan kakiku lecet-lecet...