Saturday, June 28, 2014

Besuk Puasa

Lelah tidak pernah dirasa oleh para pendukung capres. Setiap hari masih saja saling mengumbar borok lawan. Makin hari-makin panas. Seolah masih segudang amunisi untuk dilesatkan, menyerang kubu lawan. Mengobrak-abrik opini publik.

Sosmed, TV, poster, baliho. Semua dipenuhi sampah. Biarlah...

Tapi besuk puasa. Alhamdulillah. Mulut kita akan disibukkan dengan membaca Alquran. Telinga kita akan dipenuhi suara tilawah Alquran. Tindak dan laku kita akan mencerminkan teladan Alquran. Semua itu nggak melulu buka Kitab Suci Alquran dan mantengin sampe jamuran. Bukan. Alquran ada di mana-mana. Setiap ucapan baik, mendengar yang baik, berperilaku yang baik. InsyaAllah Alquran di sana.

Besuk, sebelum fajar, setiap rumah bakal terdengar ibu menghangatkan makanan, ayah mengetuk pintu kamar anak, kakak mengajari adik. Sahur. Tak perlulah iringan hura-hura acara di TV. Cukup canda tawa penuh makna setiap anggota keluarga. Sampai hampir lupa minum segelas air putih. Dua gelas juga boleh.

Dan adzan subuh bersahutan. Di sela sendawa tanda kenyang. Bergegas semua memberesi alat makan. Yang laki-laki buru ke masjid. Yang perempuan cukup di rumah.

Perut kenyang, sehabis sembahyang, mata pun berkunang-kunang. Tapi bukan Ramadhan kalau kita kalah sama setan. Kan kemarin sudah janji. Fatihah akan mengawali khataman Quran bulan ini. Tapi mata tak tahan lagi. Ayo..., ambil wudlu lagi. Kalau perlu mandi...!

Senangnya, puasa hari pertama pas libur. Anak-anak malah libur panjang, habis ulangan. Jalan-jalan keliling komplek yuk. Ada taman yang asik di ujung sana. Sana..na..., perempatan ke lima. Wuaahh..., jauh... Nggak apa-apa, itung-itung gerakin badan.

Eh.., ada Pak RT dan Bu RT juga jalan-jalan. Anak-anak pada kemana? "Ituuu, udah lari-lari duluan," Sambil sumringah.

Lho, ada Bu Warung sama anaknya juga. Kakinya diurut-urut sendiri. Rupanya mereka sudang hadir lebih pagi.

Itu kan Pak Guru. Sedang mimpin peregangan biar nggak kram. Hayo, siapa yang nilainya jeblok ulangan kemarin...? Jangan malu gitu, masih ada kesempatan. Belajar dan berusaha lebih giat lagi ya.

Perempatan ke lima terlewati. Taman yang indah dan asiknya mana? Lha, tadi yang barusan kita lewati. Mana, nggak lihat. Eits, jangan cuma dilihat. Coba rasakan. Taman itu ada di hati kita. Indah dan asikkan bisa ketemu banyak orang. Biar nggak semua saling kenal, tapi jangan lupa senyum dan sapa.

Lelah juga ya jalan lima blok bolak-balik. Sini, leyeh-leyeh di teras dulu. Siapa yang mau cerita. Bunda.. Bunda..Bunda aja. Kalau cerita pasti seru.