Sunday, January 9, 2011

Kebuli Kebul-kebul...

Seporsi Nasi Kebuli siap santap

Tak sekidikit orang memuji nikmatnya nasi kebuli. Terlebih untuk yang satu ini. Beberapa pembawa acara kuliner dari TV lokal maupun nasional pernah mampir. Foto mereka berbaris di dinding kusam warung kecil yang berdiri di daerah Ampel Surabaya ini.

Lidahku memang Jawa tulen. Mencicipi masakan penuh bumbu dan rempah sudah biasa. Tak terlalu istimewa jika pada gilirannya masakan Arab mampir di mulut, dan menyentuh syaraf perasa di lidahku.

Biasa aja tuh... Kecuali nasi sarat rempah dengan kebul-kebul uap panasnya. Kecuali daging kambingnya yang lembut lepas dari tulang dan meleleh di mulut dan mengalir di kerongkongan. Kecuali kombinasi semua bahan yang dimasak dengan resep turun temurunnya. Kecuali suasana sederhana warungnya.

Ubet Markasan bilang mak nyus, enak, mantab bin lazis, sempurna. Karena dia yang traktir kubilang iya saja. Kuamini semua komentar bajakannya...