Sunday, October 31, 2010

Ganteng Temporer


Nyempil di ujung jembatan di pinggir Jl. Prof. Moestopo Surabaya, Pak Safik pasang aksi. Dengan ketangkasan tangannya, ia memainkan sisir dan gunting di kepala para pelanggan. Bak dedaunan di musim kemarau, rambut pun berguguran.

Pak Safik memang bukan murid Rudy Hadi Suwarno, tapi urusan bikin orang lebih percaya diri dengan gaya rambut terbaru tak perlu diragukan.

Ya, pria usia 40-an tahun ini telah belasan tahun menggeluti profesi pangkas rambut. Tak heran jika banyak mahasiswa FK Unair, yang kebetulan kampusnya dekat situ, mampir ke tempat Pak Safik buka praktik. Apa lagi kalau bukan untuk konsultasi soal gaya rambut.

'Anak-anak FK itu aneh, tidak mau dikerik, kalaupun mau mereka bawa pisau cukur sendiri,' ujar pria berambut putih ini. Maklum, mahasiswa FK tahu betul soal penyakit. Menurut literatur, beberapa penyakit dapat menular lewat pisau cukur yang dipakai bergantian.

Soal rambut Pak Safik yang putih mirip Hatta Rajasa, ada cerita unik. Dulu kutu rambut masih populer. Ia pakai obat kutu. Namun sayang, kutu hilang, rambut terang.

Walau mirip Hatta Rajasa, Pak Safik tak pernah bikin kecewa pelanggan. Tak seperti Pak Menteri itu, yang tak tahu malu walau tugas dan kerjanya kacau melulu.

Salam.