Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts

Monday, December 10, 2012

Skotel & Kroket Topping Abon

Skotel dan Kroket bikinan pacar...
Namanya tidak dikenal di bahasa Indonesia apalagi bahasa Jawa. Skotel, kroket, dll. Namun memakannya dan kemudian menceritakan pada khalayak bisa bikin merasa hebat. Dan khalayak pun mengamini. Yang tidak Indonesia, apalagi Jawa, adalah memang prestisius. Mungkin kita telah tanpa sadar tercerabut dari akar budaya.

Namun, dengan kreatifitas, yang tidak Indonesia ini bisa "dinasionalisasi". Misalnya saja seperti yang dilakukan pacar saya. Skotel dan kroket ini dikreasi dengan cermat dan cerdas, dengan dikombinasi topping abon sapi. Olahan daging sapi yang dikeringkan bersama rempah-rempah ini asli Indonesia lho... :)

Wednesday, July 25, 2012

Jaburan

Pohong godog alias singkong rebus, hidangan asik selesai sholat tarawih.
Di Krambil Sawit, sebuah kampung di pedalaman Boyolali. Sewaktu masih kecil, sehabis sholat tarawih, kami selalu menantikan jaburan. Hidangan yang dibagi setelah tarawih berjamaah selesai. Biasanya cuma berupa krupuk atau pohong godog alias singkong rebus, digoreng juga oke. Minggu lalu aku pulang ke Krambil Sawit dan masih menemui ritual yang sama. Makanan yang dibagi pun masih sama, krupuk dan pohong godog.

Tuesday, June 5, 2012

Dicaplok Buto

Ketika bulan dicaplok buto...
"Tempenya habis, Bu?" tanyaku pada pedagang.
"Waduh, habis, Mas. Ada gerhana bulan soale..." jawabnya

Ada-ada saja respon masyarakat kita dalam menghadapi fenomena alam yang namanya gerhana bulan. Sampai mengganggu stabilitas persediaan tempe di toko sayuran langgananku. Kalau ditilik dari sejarah memang tidak pernah ada hubungan antara gerhana bulan dan tempe. Namun sejak peradaban manusia menemukan kepercayaan bahwa gerhana bulan adalah "bulan dimakan raksasa" maka butuh persembahan.

(foto:www.todaysphotos.org)