Showing posts with label bumbu. Show all posts
Showing posts with label bumbu. Show all posts

Sunday, January 29, 2012

Hitamnya Rawon

Rawon Mojoagung, terletak di pinggir jalan Mojoagung-Ngoro.

Sepuluh tahun yang lalu saya berkenalan dengan rawon. Kuliner asal Surabaya yang khas dengan racikan bumbu yang pekat dan kuah hitam kluwek. Pada pandangan pertama saya merasa ini bukan makanan yang layak mengganjal perut. Warnanya yang gelap terasa tidak manusiawi.

Apalagi kala itu rawon yang disuguhkan adalah hasil karya Mbah Ti, mertua pamanku yang mantan koki. Ia memang terkenal berani dalam meracik bumbu.

Namun masakan Mbah Ti sungguh luar biasa. Hitamnya kluwek kalah oleh aroma yang begitu menggoda. Karena penasaran, kucicipi juga masakan aneh itu. Kini aku menjadi penikmat rawon.

Di kesempatan lain, seorang teman kuliah mengajakku mencicipi rawon terkenal di Kota Pahlawan ini. Bahkan Pak Bondan Si Tukang Wisata Kuliner memberikan predikat "mak nyus". Mungkin Anda sudah tahu depot rawon di Jl. Embong Malang, Surabaya ini. Ya, Rawon Setan.

Setengah tahun terakhir aku sedang menggandrungi Rawon Mojoagung yang terletak sekitar satu kilo meter di sebelah selatan Tugu Bambu Runcing Mojoagung Jombang. Kebetulan jalurku sambang mertua, Surbaya-Kediri, melewatinya. Walau tempatnya sederhana dan pelanggannya kebanyakan kru armada truk antar kota, rawon yang satu ini layak Anda coba. Insyaallah, mak nyus...

Sunday, January 9, 2011

Kebuli Kebul-kebul...

Seporsi Nasi Kebuli siap santap

Tak sekidikit orang memuji nikmatnya nasi kebuli. Terlebih untuk yang satu ini. Beberapa pembawa acara kuliner dari TV lokal maupun nasional pernah mampir. Foto mereka berbaris di dinding kusam warung kecil yang berdiri di daerah Ampel Surabaya ini.

Lidahku memang Jawa tulen. Mencicipi masakan penuh bumbu dan rempah sudah biasa. Tak terlalu istimewa jika pada gilirannya masakan Arab mampir di mulut, dan menyentuh syaraf perasa di lidahku.

Biasa aja tuh... Kecuali nasi sarat rempah dengan kebul-kebul uap panasnya. Kecuali daging kambingnya yang lembut lepas dari tulang dan meleleh di mulut dan mengalir di kerongkongan. Kecuali kombinasi semua bahan yang dimasak dengan resep turun temurunnya. Kecuali suasana sederhana warungnya.

Ubet Markasan bilang mak nyus, enak, mantab bin lazis, sempurna. Karena dia yang traktir kubilang iya saja. Kuamini semua komentar bajakannya...