Kamu memang tidak seperti aku. Kalau sedang berdua di rumah, aku hanya nongkrong di depan laptop. Nunggu kerjaan datang. Sesekali bercocok tanam di halaman. Kamu? Ada saja aksi yang kau tunjukkan dengan tanganmu. Kalau tidak menggodaiku, maka bahan-bahan di dapur yang jadi sasaran.
Seperti setahun lalu. Waktu itu kita sedang tidak punya anggaran beli oleh-oleh untuk pulang. Maka jadilah roti gulung abon. Bentuknya acak-acakan. Jauh dari rapi. Namun keluarga Kediri memang begitulah. Selalu saja menyambut hangat apapun yang kita bikin. Dukungan dari saudara-saudara di kampung bikin kita makin pede.
Kita juga pernah membawa karyamu itu ke acara halal bihalal sekolah anak-anak. Dan yang akhirnya bikin kita lebih yakin, satu acara sekolah yang sangat menyenangkan, bazar. Yang digelar pada 29 Agustus 2025. Ya, di tanggal itulah kita mulai jualan roti lagi. Setelah sebelas tahun absen dari dunia per-roti-an.
Setelah setahun, bismillah, kita mainkan roti kita supaya makin heboh.
Pada mulanya kamu agak keberatan dengan nama De Rio. Meninggalkan De Moon yang dulu pernah muncul. Alasanku karena kita tinggal di Driyorejo. Biar gampang mengenalkannya. Selain itu De Rio kita pasang di bawah Grosir Abon. De Moon kita tambahi waktu istirahat. Terima kasih sudah mengerti.
Agustus ini kita ikut bazar lagi. Kemasan De Rio sudah lebih oke. Minggu lalu seribu boks kita cetak. Kalau tahun lalu 2.500 boks butuh waktu setahun. Semoga seribu yang ini habis dalam sebulan.



No comments:
Post a Comment